Kuliah Disebut Tersier, Legislator PAN: Pejabat Kemendikbudristek Diskriminatif 

120x600
a

JAKARTA.OTONOMINEWS.ID – Anggota DPR RI dari Fraksi PAN, Guspardi Gaus sangat menyayangkan dan mengkritik pernyataan ucapan pejabat Kemendikbud-Ristek, Tjitjik Tjahjandarie yang mengklasifikasi perguruan tinggi sebagai kebutuhan pelengkap (tersier) dan hanya pilihan.

Karena itu, Guspardi Gaus pun meminta pejabat tersebut mencabut pernyataannya dan minta maaf karena mencederai perasaan masyarakat.

“Terus terang saya sedih dan prihatin dengan pernyataan Bu sesditjen Kemendikbud-Ristek, karena jelas akan melukai perasaan anak bangsa dan mereduksi keinginan untuk melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi. Apalagi, pernyataan tersebut dilontarkan untuk menanggapi protes mahasiswa di sejumlah perguruan tinggi yang mengeluhkan kenaikan biaya uang kuliah tunggal (UKT) dan IPI (Iuran Pengembangan Institusi) yang naik secara drastis dan tiba-tiba,” kata Guspardi, Minggu (19/5/2024).

Menurut Guspardi, sebagai wakil pemerintah yang mengemban tugas sebagai Plt Setditjen Pendidikan Tinggi Kemendikbud-Ristek, semestinya pejabat tersebut harus mendorong bagaimana agar anak bangsa mendapatkan pendidikan yang lebih tinggi.

“Ini malah melontarkan pernyataan diskriminatif seolah pendidikan tinggi itu hanya diperuntukkan bagi kaum yang kaya saja,” kata anggota komisi II DPR RI ini.

Legislator asal Sumatera Barat itupun menilai sudah menjadi tugas pemerintah untuk memenuhi hak pendidikan seluruh warga negara Indonesia. Karena pendidikan adalah menyangkut hajat hidup orang banyak dan kebutuhan seluruh warga negara yang harus dipenuhi.

“Bukankah pembukaan UUD 1945 alinea 4 secara jelas menyatakan bahwa, salah satu tujuan utama berdirinya NKRI ini adalah untuk mencerdaskan kehidupan bangsa,” kata dia.

r
Lihat Juga :  Alhamdulillah, Perayaan Idul Fitri NU dan Muhammadiyah Bersamaan