Impor Beras Tinggi Tapi Harga Kok Tak Stabil

120x600
a

JAKARTA, otonominews.id – Anggota Komisi VI DPR RI Evita Nursanty mempertanyakan langkah yang dilakukan pemerintah untuk menstabilkan harga beras. Pasalnya, meski pemerintah telah mengambil langkah untuk impor beras dengan angka yang cukup besar, namun kenyataannya, hal itu tidak sejalan dengan stabilnya harga beras di masyarakat.

“Kita tahu permasalahan impor beras kita begitu tinggi, impor tertinggi sepanjang sejarah 25 tahun, ini impor tertinggi kita untuk beras. Sudah impornya tinggi, harga berasnya (juga) tinggi. Harusnya impor itu kita lakukan untuk mampu melakukan stabilisasi harga beras di tengah masyarakat,” tegas Evita dalam Rapat Kerja bersama Mendag Zulkifli Hasan, Direktur Utama PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero)/ID Food, Direktur Utama Perum Bulog, dan Direktur Utama PT Perkebunan Nusantara III (Persero) di Gedung Nusantara I, Senayan, Jakarta, Rabu (13/3/2024).

Pemerintah saat ini dinilai kurang dapat mengantisipasi kenaikan harga beras. Bahkan, Pemerintah dipandang cenderung hanya menjadi pemadam kebakaran.

“Kita jangan seperti pemadam kebakaran, hanya kalau ada kebakaran kita padamkan apinya dengan pasar murah, cari ini cari ini, tapi permasalahan dari mana datangnya api itu tidak pernah kita cari, ya akan berulang-ulang terus Pak,” tegas Politisi Fraksi PDI-Perjuangan ini.

Untuk itu, Evita meminta pemerintah untuk serius bersama mengatasi permasalahan beras. Sebab, langkah konkrit pemerintah untuk dapat menstabilkan harga beras sangat dinantikan oleh masyarakat.

“Nggak cukup hanya buat pasar murah, nggak cukup Bulog hanya mengatakan tadi yang dipresentasikan. Harus ada langkah konkret bersama yang dilakukan oleh bapak-bapak, nggak masing-masing jalan sendiri-sendiri,” harap Evita.

r
Lihat Juga :  Habib Syakur: Para Menteri Kabinet Jokowi Bekerja Ikhlas Dukung Pemilu Damai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *