Hari Pertama Kerja Ramadan 1445 H, Tingkat Kehadiran ASN Pemprov DKI Jakarta 95 Persen

Ilustrasi ASN Pemprov DKI Jakarta.(Foto: Istimewa)
120x600
a

JAKARTA Otonominews.id – Pemerintah memberikan cuti bersama selama dua hari, selain dalam rangka menyambut bulan suci Ramadan 1445 H, juga hari besar Nyepi. Bila digabung dengan Sabtu dan Minggu, maka akhir pekan ini total hari libur jadi empat hari. Setelah libur panjang tersebut, pada Rabu 13 Maret 2024 para ASN (aparatur sipil Negara) kembali beraktivitas.

Begitu pula di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta, para ASN kembali bekerja pada Rabu (13/3/2024).

Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi DKI Jakarta Maria Qibtya mengatakan, tingkat kehadiran ASN Pemprov DKI Jakarta pada hari pertama bekerja di bulan Ramadan pun terpantau tinggi, yakni mencapai 94,3 persen. Artinya, ada 5,7 persen dinyatakan tidak hadir kerja.

Rinciannya, Maria menjelaskan, sebanyak 3,62 persen ASN tidak hadir dengan surat keterangan sah, seperti cuti tahunan, cuti bersalin, cuti alasan penting, cuti sakit, dan keterangan lainnya. Kemudian, sebanyak 1,63 persen ASN yang tidak hadir bekerja tanpa keterangan.

“Untuk memastikan ketidakhadiran mereka, maka diperlukan verifikasi perangkat daerah terkait. Jadi, kita perlu verifikasi dulu,” ujar Maria, dalam Siaran Pers Pemprov DKI Jakarta, Rabu (13/3/2024).

Apabila berdasarkan hasil verifikasi diketahui ASN tersebut tidak hadir tanpa keterangan yang sah, Maria menerangkan, maka BKD Provinsi DKI Jakarta akan memberikan sanksi sesuai dengan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 94 Tahun 2021 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil.

“Kami akan kenakan sanksi sesuai dengan aturan yang berlaku. Dengan tahapan, akan dilakukan pemeriksaan terlebih dahulu terhadap ASN tersebut oleh atasannya langsung. Jika terbukti bersalah akan dikenakan sanksi hukuman disiplin,” kata Maria.

Untuk memastikan pelaksanaan tugas berjalan sebagaimana mestinya, lanjut dia, BKD Provinsi DKI Jakarta, terus memantau kehadiran pegawai. Tugas kedinasan dan pelayanan publik, ditegaskannya, tetap berjalan optimal selama bulan Ramadan.

Lihat Juga :  Walikota Payakumbuh dicuekin, Parkir Liar di RS Yarsi Jalan Terus

“BKD DKI Jakarta akan melakukan monitoring terhadap kehadiran pegawai. Diharapkan, pelayanan publik kepada masyarakat dapat terus berjalan dengan baik selama bulan Ramadan,” tegasnya.

Maria menambahkan, selama bulan Ramadan, Pemprov DKI Jakarta melakukan penyesuaian jam kerja ASN.

“Berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 21 Tahun 2023 dan Surat Edaran Kepala BKD Nomor e-0006/SE/2024 tentang Jam Kerja Selama Bulan Suci Ramadan Tahun 2024 M/1445 H, ASN di lingkungan Pemprov DKI Jakarta bekerja pada pukul 08.00-15.00 WIB,” tandasnya.

r

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *