624 Orang Ditemukan Tak Sesuai Data Penerima KJMU

Pemadanan Data oleh Disdukcapil

120x600
a

Jakarta, Otonominews.id – Sebanyak 624 orang ditemukan tidak sesuai standar kelayakan menerima program Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU).

Program KJMU sendiri menjadi program Pemprov DKI Jakarta sebagai komitmen memberi bantuan pendidikan bagi masyarakat pada tingkat mahasiswa.

Namun tentunya ada ketentuan syarat yang kudu dipenuhi para calon penerima KJMU, dan sebagai langkah selektif Pemprov DKI melalui Dinas terkait melakukan pemadanan data agar program bantuan pendidikan dapat tepat sasaran.

Dengan begitu, Dinas Pendidikan (Disdik) DKI akan memverivikasi data yang diberikan oleh mahasiswa ketika mendaftar sebagai penerima KJMU, salah satunya dengan mengecek langsung ke lapangan.

Selain itu, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil turut terlibat dalam pemadanan data penerima KJMU.

“Kami menggunakan tiga parameter pemadanan data, yaitu padanan dengan data SIAK (Sistem Informasi Administrasi Kependudukan) Terpusat, padanan dengan data hasil penataan dan penertiban dokumen kepedudukan sesuai domisili, serta padanan berdasarkan pekerjaan Kepala Keluarga penerima KJMU,” kata Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Kadis Dukcapil), Budi Awaluddin, Selasa (12/3).

Namun setelah melakukan pemadanan, Budi mengungkapkan, saat ini dari total 19.041 penerima KJMU pada tahun 2023, didapati sebanyak 624 yang tidak sesuai.

“Temuan sementara berdasarkan pemadanan data kami sebanyak 624 orang perlu dicek kembali. Kami berupaya menyediakan basis data kependudukan yang akurat agar program-program Pemprov DKI Jakarta juga bisa tepat sasaran,” ungkap Budi.

Untuk diketahui, saat ini sebanyak 14 orang tidak sesuai berdasarkan padanan data SIAK Terpusat. Sebanyak 577 orang perlu dilakukan verifikasi berdasarkan padanan data kependudukan sesuai domisili, antara lain karena pindah luar DKI (329 orang), tidak dikenal (125 orang), dikenal namun tidak diketahui keberadaannya (119 orang), dan RT tidak ada (4 orang).

Lihat Juga :  Bantu Tekan Inflasi Jelang Bulan Ramadan dan Idul Fitri, Pemprov DKI Ajak TP PKK Tanam Cabai

Sementara berdasarkan padanan pekerjaan Kepala Keluarga, ada 33 orang yang berpenghasilan tidak rendah, di antaranya dosen, karyawan BUMN/BUMD, PNS, konsultan, anggota lembaga tinggi lainnya. (Aldi)

r

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *