Tanggapi Status Jakarta Tak Lagi Menjadi Ibu Kota, Pj Gubernur Heru: Masih Ada Waktu Transisi

Pj Gubernur Jakarta, Heru Budi Hartono.
Pj Gubernur Jakarta, Heru Budi Hartono/doc. Pemprov DKI.
120x600
a

JAKARTA, Otonominews.id – Penjebat (Pj) Gubernur DKI Jakarta, Heru Budi Hartono angkat bicara soal pernyataan anggota DPR RI yang mengatakan status ibu kota Jakarta telah berakhir pada 15 Februari 2024 yang lalu.

Pj Heru mengatakan, bahwa saat ini perpindahaan ibu kota ke IKN masih dalam proses transisi dan belum diresmikan secara seremonial.

“Masih ada waktu transisi. Kan sedang berproses DKJ (Daerah Khusus Jakarta),” kata Heru di Cilincing, Jakarta Utara, Rabu (6/3/2024).

Saat ini, dikatakan Pj Heru, Undang-Undanh DKI masih belum disahkan, sebab masih dalam tahap pembahasan. Untuk itu, ibu kota belum resmi berpindah ke IKN.

Diketahui sebelumnya, kabar mengejutkan datang dari Ibu Kota Negara, DKI Jakarta. Pasalnya, status DKI Jakarta sebagai ibu kota negara habis pada 15 Februari lalu.

Hal ini dikatakan Ketua Badan Legislasi (Baleg) DPR Supratman Andi Agtas. Bahkan, dia jelaskan Undang-Undang Nomor 29 Tahun 2007 tentang DKI Jakarta sebagai ibu kota negara habis statusnya pada 15 Februari lalu.

“RUU DKI itu dia kehilangan statusnya tanggal 15 Februari kemarin. Kan itu implikasi dari Undang-undang IKN. Iya dua tahun [setelah UU IKN diundangkan]. Nah, [UU DKI] itu kan berakhir 15 Februari,” ujar Supratman di Jakarta, Selasa (5/3/2024).[Ald]

r
Lihat Juga :  Heru Budi Hartono Dinobatkan Top Pembina BUMD 2024

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *