Pemilu 2024 Aman dan Lancar, Mendagri Minta Masyarakat Tunggu Hasil Rekapitulasi Resmi KPU

Mendagri Tito Karnavian usai mengikuti Rakernas Badan Penanggulangan Teroris (BNPT) di Jakarta, Selasa (20/2/2024)
120x600
a

JAKARTA Otonominews.id – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menilai, tidak ada praktik kecurangan yang terstruktur, sistematis, dan masif (TSM) pada Pemilu 2024.

Tito yang kini juga Pelaksana (Plt) Menko) Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Polhukam) menggantikan Mahfud MD ini menyarankan agar berbagai praktik yang dinilai bermasalah, dapat ditindaklanjuti melalui mekanisme yang sudah diatur sesuai ketentuan.

“Ada bukti laporkan Bawaslu, tidak puas Bawaslu ada DKPP, nanti pun ada proses lain MK, Mahkamah Konstitusi,” kata Mendagri.

Mendagri juga meminta semua pihak dapat menunggu hasil rekapitulasi resmi dari KPU.

Mendagri menyampaikan hal tersebut usai mengikuti Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) 2024 di Jakarta Selatan, Selasa (20/2/2024).

Mendagri mengatakan, bahwa pelaksanaan Pemilu 2024 telah berjalan dengan aman dan lancar. Untuk itu dirinya mengucapkan terima kasih kepada seluruh stakeholder yang telah bekerja keras untuk memastikan Pemilu 2024 berjalan aman.

“Saya atas nama Mendagri dan juga Plt. Menko Polhukam mengucapkan terima kasih banyak kepada semua stakeholders sehingga Pemilu 14 Februari 2024 alhamdulillah dapat berjalan lancar dan aman,” kata Tito

Diakuinya, terdapat beberapa kekurangan seperti adanya daerah yang belum menggelar pemungutan suara karena banjir, dan adanya potensi konflik seperti di beberapa daerah di Papua. Namun demikia, secara umum pelaksanaan Pemilu 2024 berjalan baik.

Mendagri menjelaskan, pemilu di Indonesia merupakan terbesar di dunia lantaran lebih dari 200 juta warga negara menggunakan hak pilihnya sekaligus dalam satu hari. Terlebih pesta demokrasi tersebut tidak hanya memilih presiden dan wakil presiden, tetapi juga anggota legislatif baik pusat maupun daerah.

Hal ini, ia menambahkan, tidak terjadi di negara lain, termasuk Amerika Serikat yang pelaksanaan pemilunya tidak digelar dalam sehari.

Lihat Juga :  Sentimen Positif ke Mahfud MD Paling Tinggi usai Debat Cawapres

“Maka itu salah satu yang paling complicated, paling rumit, memobilisasi orang untuk ke TPS dan memilih, termasuk mobilisasi petugas yang hampir 8 juta dan pengawasnya 800 ribu itu bukan pekerjaan mudah,” tanadasnya.

r

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *