Meski Raih 50 Persen Lebih Suara, Prabowo Bisa Batal Menang 1 Putaran Jika Tak Mampu Penuhi 2 Syarat Ini

Screen shoot siaran langsung quick count di TVOne.
Screen shoot siaran langsung quick count di TVOne.
120x600
a

JAKARTA, Otonominews.id – Pemungutan suara Pemilu 2024 untuk memilih Calon Presiden dan Wakil Presiden sudah terlaksana. Saat ini KPU dan segenap kru-nya tengah disibukkan dengan penghitungan suara, dengan mengumpulkan jumlah suara dari TPS-TPS.

Moment ini tak lepas dari kinerja para lembaga survei yang melakukan hitung cepat atau quick count.

Hingga berita ini diterbitkan, sejumlah lembaga survei telah mengeluarkan hasil hitung cepat atau quick count Pemilu 2024. Hasilnya, pasangan calon presiden dan calon wakil presiden nomor urut 2 Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming unggul hingga 50 persen lebih suara yang masuk.

Hasil quick count ini pun mengundang pertanyaan banyak orang apakah Pemilu dengan tiga pasangan calon ini bisa berjalan dua atau justru hanya satu putaran saja.

Perlu diketahui, Pemilu memang bisa berlangsung satu atau justru dua putaran. Aturan soal pemilu yang bisa berlangsung satu putaran meskipun ada tiga pasangan calon tercantum dalam Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum.

Aturan itu tercantum dalam Pasal 416 ayat 1 UU Pemilu soal syarat Pilpres bisa berlangsung satu putaran. Berikut syaratnya:

1. Suara Satu Paslon Lebih dari 50 Persen.
Pemilu bisa berlangsung satu putaran meskipun ada tiga pasangan calon yang ikut pemilihan bisa terjadi jika salah satu paslon memperoleh suara lebih dari 50 persen.

2. Mengantongi Kemenangan di Lebih dari Setengah Provinsi yang Ada di Indonesia.
Kandidat harus menang di lebih dari setengah provinsi yang tersebar di Indonesia. Dengan kata lain, paslon tersebut harus menang minimal 20 dari 38 provinsi di Indonesia.

3. Meraih 20 Persen Suara dari Setengah Provinsi Indonesia.

Kandidat juga harus meraih minimal 20 persen suara dari setengah provinsi di Indonesia.
Sebaliknya, jika tiga syarat ini tidak dipenuhi, maka Pilpres harus dilanjutkan ke putaran kedua. Di putaran kedua ini, hanya paslon yang mendapat suara terbanyak pertama dan kedua yang boleh melanjutkan berkontestasi.

Lihat Juga :  Hadiri PHPU 2024, Anies: Situasi Mendesak dan Kritis, MK Harus Wujudkan Esensi Sejati Demokrasi

Hal ini juga diatur dalam Pasal 416 ayat 2 Undang-Undang Pemilu:
“Dalam hal tidak ada Pasangan Calon terpilih sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan (2) pasangan calon yang memperoleh suara terbanyak pertama dan kedua dipilih kembali oleh rakyat secara langsung dalam Pemilu Presiden dan Wakil Presiden,” bunyi pasal yang terdapat dalam Undang-Undang Pemilu tersebut.[***]

r

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *