“Kita memang sangat membutuhkan, yang pertama kita bisa jadi insan yang bersyukur dengan semua rezeki yang Allah berikan, sekaligus kita refresh sekalian intropeksi apa sih yang sudah kita lakukan, apakah sudah sesuai dengan tanggung jawab kita sebagai manusia,” kata Atikoh.
Mantan wartawati itu pun mendapat banyak pelajaran, serta wejangan dari para kiai, dan berharap wejangan-wejangan tersebut bisa menjadi energi untuk berbuat baik lebih banyak lagi kepada masyarakat.
“Ada beberapa (wejangan). Yang pertama tentu selalu bisa istiqomah, bisa berbuat baik ke masyarakat, dan tentu saja minta izin Yang Maha Kuasa,” kata Atikoh.
Sebelumnya, Atikoh menghadiri acara istigasah bersama Pimpinan Ponpes dan ribuan santri dan santriwati serta masyarakat sekitar.
Dalam momen itu, Pimpinan ponpes Nurul Khalil bersama Atikoh juga menggelar doa bersama dan syukuran hari ulang tahun Ketua Umum DPP PDI Perjuangan (PDIP) Prof. Dr. (HC) Megawati Soekarnoputri.
Acara syukuran ditandai dengan potong tumpeng bersama. Atikoh memotong tumpeng dan menyerahkan potongan kepada pimpinan Ponpes Nurul Khalil.
Dalam rangkaian silaturahmi tersebut, Atikoh yang merupakan cucu dari KH Hisyam A Karim, pendiri Pondok Pesantren PP Riyadus Sholikhin Kalijaran, Karanganyar itu menyempatkan diri menginap dan bermunajat bersama dengan melaksanakan salat tahajjud bersama pimpinan ponpes dan para santri.
Ikuti terus update berita Otonominews di Feed












