Indonesia Digital Society Forum Beri Tiga Rekomendasi ke Stakeholder

Perkembangan Ekosistem Digital Semakin Kuat di 2024

Indonesia Digital Society Forum Beri Tiga Rekomendasi ke Stakeholder
120x600
a

Sejalan dengan proyeksi pada 2024 terkait ekosistem digital di Indonesia, Muhammad Awaluddin mengatakan IDSF mengusulkan tiga masukan bagi para pemangku kepentingan.

Pertama, IDSF adalah agar di tahun depan konsistensi tetap diperkuat dalam arah kebijakan dan strategi pengembangan infrastruktur digital untuk Visi Indonesia Digital 2045 Indonesia, dengan fokus pada beberapa arah utama yakni konektivitas internet, digitalisasi sektor ekonomi tradisional, peningkatan literasi digital, dan investasi dalam inovasi teknologi.

Pemerintah juga diharapkan terus mendorong kehadiran industri teknologi lokal serta berkolaborasi dengan sektor swasta untuk mempercepat transformasi digital dengan fokus pada e-commerce, fintech serta edtech.

Baca Juga :  IDSF Sampaikan 3 Rekomendasi Pengembangan AI di Indonesia, Salah Satunya Pembentukan Badan Nasional AI

Kedua, adanya dukungan untuk mempercepat penerapan arah Industri 4.0 termasuk melalui kebijakan dan insentif, serta Indonesia harus secara aktif menerapkan Industri 4.0 sebagai bagian dari transformasi ekonomi digital.

“Peran Industri 4.0 melibatkan integrasi teknologi seperti Internet of Things (IoT), kecerdasan buatan (AI), big data, dan robotika untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas di sektor industri. Hal ini tidak hanya mencakup di sektor manufaktur saja, tetapi juga di sektor-sektor lain seperti pertanian, energi, dan layanan publik,” jelas Muhammad Awaluddin.

Baca Juga :  IDSF Bedah Ekonomi Digital Indonesia, Sampaikan 3 Rekomendasi untuk Akselerasi Pengembangan

Ketiga, dari IDSF adalah harus adanya komitmen dalam membentuk talenta digital.

“Mengutip kajian Lemhananas RI, Indonesia kedepan membutuhkan sampai 9 juta talenta digital, tetapi saat ini baru mampu menciptakan 30.000 talenta digital per tahun. Tantangan pengembangan talenta digital di Indonesia pada tahun 2024 dapat disolusikan dengan melibatkan beberapa faktor,” ungkap Muhammad Awaluddin.

Faktor yang bisa menjadi solusi itu adalah menghilangkan kesenjangan keterampilan digital melalui kurikulum yang responsif terhadap tren teknologi digital

Kemudian, meningkatkan aksesibilitas pendidikan digital, dengan membentuk semacam lembaga Artifial Intelligence (AI Agency) untuk mengawasi, mengatur dan mempromosikan penggunaan kecerdasan buatan (AI) secara etis dan efektif

Baca Juga :  Meutya Hafid: Wirausaha Digital Dorong Akselerasi Ekonomi Nasional

Lalu, program sejalan tren teknologi, kolaborasi industri dan pendidikan, dan menumbuhkan minat generasi muda di bidang teknologi digital.

Klik bintang 5 untuk rating!

Rating rata-rata 0 / 5. Vote count: 0

Ikuti terus update berita Otonominews di Feed

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *