PADANG ,OTONOMINEWS.ID — Anggota Komisi V DPRD Sumatera Barat, Hj. Endarmy, menyoroti belum adanya perbaikan pada Jembatan Anduriang di Kayu Tanam, Kabupaten Padang Pariaman, meskipun bencana banjir bandang telah berlalu selama lima bulan.
Menurutnya, jembatan tersebut merupakan akses vital yang menghubungkan Nagari Anduriang dan Nagari Kayu Tanam. Sebelum rusak akibat banjir bandang, jembatan ini menjadi jalur utama masyarakat dan pelajar dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.
“Jembatan ini sangat penting bagi masyarakat. Sebelum rusak, akses itu menjadi satu-satunya jalur utama warga dan pelajar di dua nagari,” ujar Endarmy saat diwawancarai, Senin (11/5).
Politisi dari daerah pemilihan Kabupaten Padang Pariaman dan Kota Pariaman itu menjelaskan, hingga kini warga masih harus menggunakan rakit untuk menyeberangi sungai. Kondisi ini dinilai berbahaya, terutama saat debit air meningkat dan arus sungai menjadi deras.
Meski tersedia jalur alternatif, Endarmy menyebut akses tersebut memerlukan waktu tempuh lebih lama karena jaraknya cukup jauh.
“Akses lain ada, akan tetapi butuh waktu dan jaraknya lebih jauh,” tambahnya.
Ikuti terus update berita Otonominews di Feed






