JAKARTA, OTONOMINEWS.ID – Kebutuhan akan implementasi Environmental, Social, and Governance (ESG) yang lebih terstruktur di Indonesia kian menguat, seiring meningkatnya tuntutan transparansi dan keberlanjutan dalam praktik bisnis dan kebijakan publik.
Namun, di tengah dorongan global tersebut, tantangan standarisasi, kompetensi sumber daya manusia, serta tata kelola implementasi ESG masih menjadi pekerjaan rumah di berbagai sektor.
Menjawab kebutuhan tersebut, sejumlah praktisi, fasilitator, dan konsultan lintas sektor mendeklarasikan Asosiasi Fasilitator dan Konsultan Lingkungan Sosial Berkelanjutan Indonesia (AFILIASI ESG INDONESIA) di Pondok Kemangi Cibubur, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (16/2/2026).

Deklarasi yang mengusung tema “Establishing a Collaborative ESG Movement in Indonesia” ini menjadi langkah awal pembentukan wadah kolaboratif bagi para profesional yang bergerak di bidang lingkungan, sosial, dan tata kelola berkelanjutan.
Ketua Badan Pengurus terpilih, Nawir Sikki, menyampaikan bahwa pembentukan asosiasi ini dilatarbelakangi kebutuhan akan platform bersama yang mampu memperkuat koordinasi dan kualitas praktik ESG di Indonesia.
“Isu ESG saat ini bukan lagi sekadar wacana global. Banyak korporasi dan institusi publik mulai membentuk struktur khusus untuk pengelolaan ESG. Namun, kesiapan standar kompetensi dan sistem penguatan kapasitas masih perlu diperkuat. Afiliasi ini hadir untuk menjembatani kebutuhan tersebut,” ujarnya. Senin. (16/2/2026)
Ikuti terus update berita Otonominews di Feed












