Sementara itu, Lieke Roosdianti menyampaikan IHCBA diberikan kepada pemimpin dan institusi yang dinilai konsisten mempersiapkan organisasi menghadapi tantangan transformasi digital, seiring pesatnya perkembangan teknologi.
“Fokus kami adalah pada sosok-sosok inspiratif di balik keberhasilan pengembangan talenta dan transformasi human capital di entitas yang mereka pimpin,” ungkap Lieke.
Dalam proses penilaian, pihaknya melakukan penjaringan awal berdasarkan data sekunder dari pemerintah daerah dan perusahaan yang aktif melakukan transformasi digital. Data tersebut meliputi laporan kinerja, laporan keuangan, serta publikasi di media massa dan kanal resmi organisasi.
Penghargaan ini diharapkan menjadi motivasi bagi pemerintah daerah dan BUMD di Sumatera Barat untuk terus memperkuat kualitas SDM dan tata kelola organisasi.
Turut hadir mendampingi Gubernur Mahyeldi saat menerima penghargaan tersebut, Kepala Inspektur Daerah Provinsi Sumbar yang juga merupakan Komisaris Utama Bank Nagari, Andri Yulika dan Kepala Badan Penghubung Provinsi Sumbar, Aschari Cahyaditama. (Rds)
Ikuti terus update berita Otonominews di Feed






