Senator dari Dapil DKI Jakarta itu menekankan pentingnya prinsip akuntabilitas dan pengawasan dalam setiap pengambilan keputusan anggaran.
“Gubernur jangan asal percaya laporan dinas. Semua harus diuji, diverifikasi, dan dibuka ke publik agar pengelolaan anggaran benar-benar transparan dan akuntabel,” lanjutnya.
Terkait kemungkinan adanya kebutuhan perbaikan infrastruktur di sekitar proyek monorel, Bang Azran menyarankan agar biaya perbaikan dibuat dalam pos anggaran terpisah, sehingga tidak tercampur dengan biaya pembongkaran dan dapat diawasi dengan lebih jelas.
“Pemisahan anggaran ini penting agar tidak terjadi pengaburan biaya dan publik bisa menilai dengan jelas mana anggaran pembongkaran dan mana anggaran perbaikan,” ujarnya.
Sebagai informasi, proyek monorel Jakarta merupakan salah satu proyek transportasi massal yang mangkrak sejak bertahun-tahun lalu dan menyisakan tiang-tiang beton di sejumlah ruas jalan utama ibu kota.
Keberadaan struktur tersebut dinilai mengganggu estetika kota, keselamatan, serta tata ruang Jakarta.
Rencana pembongkaran tiang monorel kembali mencuat seiring upaya Pemprov DKI Jakarta menata ulang infrastruktur kota.
Namun, besarnya anggaran yang diusulkan menuai perhatian publik dan berbagai pihak, sehingga dorongan untuk evaluasi, transparansi, dan efisiensi anggaran menjadi semakin menguat.
Ikuti terus update berita Otonominews di Feed












