“Optimalisasi pemanfaatan Pelabuhan Teluk Tapang perlu menjadi perhatian serius kita bersama untuk mendukung distribusi hasil pertanian dan perkebunan, memperkuat konektivitas wilayah pesisir, serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat,” ujarnya.
Di sisi lain, Mahyeldi mengingatkan masih adanya tantangan kerentanan bencana hidrometeorologi seperti banjir, abrasi, dan cuaca ekstrem. Ia menekankan pentingnya penguatan mitigasi bencana, kesiapsiagaan masyarakat, serta pembangunan yang berwawasan lingkungan.
“Memasuki usia ke-22, Pasaman Barat diharapkan semakin mantap dalam menentukan arah pembangunan yang berkeadilan, berkelanjutan, dan berpihak pada kesejahteraan masyarakat,” jelasnya.

Sementara itu, Bupati Pasaman Barat, Yulianto menyampaikan peringatan HUT ke-22 mengusung semangat keberlanjutan pembangunan menuju Pasaman Barat yang lebih maju dan sejahtera. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat menjadikan momentum hari jadi sebagai refleksi atas perjalanan daerah sejak resmi berdiri pada 7 Januari 2004.
“Saya menaruh hormat kepada para pendahulu, para tokoh pendiri dan pejuang pemekaran Kabupaten Pasaman Barat. Melalui momentum ini, saya kembali mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama menjadikan Pasaman Barat lebih maju lagi,” ujar Yulianto.
Rapat Paripurna tersebut turut dihadiri Bupati Mandailing Natal Provinsi Sumatera Utara, Saipullah Nasution, unsur Forkopimda, pimpinan dan anggota DPRD, tokoh adat dan niniak mamak, serta jajaran kepala OPD dan asisten di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat. (Adpsb/Rds)
Ikuti terus update berita Otonominews di Feed












