“Mari kita ambil hikmah dari musibah ini. Dengan kebersamaan, gotong royong, dan saling menguatkan, insyaallah kita bisa bangkit bersama,” ujar Wabup.
Wabup juga menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Solok akan terus berupaya maksimal memastikan penanganan bencana dan pemulihan kehidupan masyarakat berjalan dengan baik, baik dari sisi sosial maupun infrastruktur.
Kegiatan ini semakin bermakna dengan membersamai bantuan dari berbagai paguyuban perantau, yakni Paguyuban Solok Saiyo Sakato Palalawan, Riau, Ikatan Solok Badunsanak Darmasraya dan Kelompok Kerja Guru Guguak Kecamatan Gunung Talang. Bantuan tersebut disalurkan langsung kepada warga. Hal ini mencerminkan kuatnya rasa persaudaraan antara masyarakat di kampung halaman dan perantauan.
Kehadiran para relawan dan paguyuban perantau menjadi bukti bahwa rasa senasib dan sepenanggungan tidak mengenal jarak.
Pembagian sembako berlangsung tertib dan penuh kehangatan. Warga mengapresiasi perhatian yang diberikan, yang tidak hanya berupa bantuan materi, tetapi juga kehadiran dan dukungan moril.
Pemerintah Kabupaten Solok kembali mengajak seluruh elemen masyarakat, organisasi sosial, serta para perantau untuk terus memperkuat solidaritas. Di tengah cobaan, kebersamaan menjadi energi utama untuk membangun kembali Kabupaten Solok yang tangguh dan peduli. Kegiatan pemberian sembako GOW terus berlanjut ke nagari-nagari lain di Kabupaten Solok.
Ikuti terus update berita Otonominews di Feed






