Gubernur juga menekankan pentingnya inovasi pembiayaan, keterlibatan sektor swasta, serta pembangunan rumah yang ramah lingkungan dan tahan bencana. Ia menyebutkan bahwa pada tahun 2025 telah terbangun 6.577 unit rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) yang bersumber dari APBD daerah, CSR, dan program rumah subsidi.
Pada kesempatan yang sama, Direktur Jenderal Perumahan Perdesaan, Dr. Drs. Imran, M.Si, MA, CD., memberikan penghargaan kepada Gubernur Sumbar atas kontribusi dan dukungan terhadap pembangunan perumahan di daerah. Selain itu, beberapa kabupaten/kota juga menerima penghargaan atas capaian pembangunan perumahan terbaik.
Rapat evaluasi ini diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten/kota sehingga pembangunan perumahan di Sumatera Barat semakin tepat sasaran, berkelanjutan, serta berdampak langsung bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat.(Nov/Ridwan)
Ikuti terus update berita Otonominews di Feed






