Dampak Negatif Kebijakan Pelarangan Study Tour

Dampak Negatif Kebijakan Pelarangan Study Tour
120x600
a

JAKARTA, OTONOMINEWS.ID – Anggota Komisi V DPR RI, Syarif Abdullah Alkadrie memberikan tanggapan kritis terhadap kebijakan yang melarang kegiatan study tour pelajar.

Menurut dia, kebijakan pelarangan itu tidak tepat. Karena tidak memberikan solusi terhadap persoalan inti. Tetapi, malah memberikan dampak negatif ke berbagai sektor lainnya.

Diketahui, pelarangan kegiatan study tour ini dikeluarkan menyusul terjadinya kecelakaan yang melibatkan rombongan study tour pelajar SMK Lingga Kencana di Jalan Raya Ciater, Subang, Jawa Barat.

Baca Juga :  Antisipasi Kemacetan dan Cuaca Ekstrem di Libur Nataru, Pemerintah Diminta Lakukan Beberapa Strategi Ini

“Artinya ketika ada sesuatu (peristiwa), (malah) bukan nyamuknya yang dibunuh, tetapi (malah) kelambu-nya yang dibakar. Kalau nyamuknya yang dimatikan kan (memang nyamuk) yang menyebabkan orang digigit. Tapi kalau kelambu dibakar, ini kan bisa rumah yang nanti terbakar. Jadi, ketika ada sesuatu, itu berpikirnya tidak terfokus,” kata Syarief Alkadrie di Nusantara I, Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Senin (20/5/2024).

Menurut Syarief Alkadrie, peristiwa kecelakaan itu terjadi bukan karena study tour-nya yang salah. Karena itu, ia meminta agar pengemudi, perusahaan transportasi dan petugas menyiapkan berbagai langkah antisipatif.

Baca Juga :  Antisipasi Kemacetan dan Cuaca Ekstrem di Libur Nataru, Pemerintah Diminta Lakukan Beberapa Strategi Ini

Menurut Politisi Partai Nasdem itu, para supir dan kondektur harus dalam keadaan prima, memahami medan dan sebelum menjalankan tugas, ia harus mengecek terlebih dahulu kondisi busnya.

Klik bintang 5 untuk rating!

Rating rata-rata 0 / 5. Vote count: 0

Ikuti terus update berita Otonominews di Feed

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *