Habib Syakur: Bahlil Berperan Sentral Menyukseskan Proyek IKN Nusantara

Akan Dicatat dalam Sejarah Bangsa

Inisiator Gerakan Nurani Kebangsaan (GNK) Habib Syakur Ali Mahdi Alhamid.
120x600
a

JAKARTA, OTONOMINEWS.ID – Founder Gerakan Nurani Kebangsaan (GNK) Habib Syakur Ali Mahdi Alhamid menegaskan peranan Bahlil Lahadalia sebagai Menteri Investasi Kepala BKPM dalam menyukseskan Proyek IKN Nusantara sangatlah besar dan sentral.

“IKN Nusantara ini akan menjadi tonggak sejarah bangsa Indonesia. Dan sejarah akan mencatat peranan sosok Bahlil Lahadalia yang memegang peran sentral dalam menyukseskan IKN,” kata Habib Syakur kepada awak media di Jakarta, Senin (6/5/2024).

Habib Syakur menuturkan, peranan sentral Menteri Bahlil bisa dilihat dari banyaknya investor dari dalam maupun luar negeri yang bersemangat untuk ikut ambil bagian dalam membangun IKN.

“Yang menjadi sentral keberhasilan itu ya Bahlil. Harus diacungi jempol dan akan tercatat oleh sejarah,” tandasnya.

Habib Syakur mengatakan, Menteri Bahlil menerapkan strategi yang jitu, sehingga bisa menarik simpati para investor dari dalam negeri dan luar negeri untuk menanamkan modalnya di IKN.

“Tidak mudah loh, meyakinkan investor.
Tolak ukurnya investor bisa tertarik karena kejelian dan kecerdikan Bahlil selaku Menteri Investasi dan Kepala BKPM dalam meraih simpati, dengan kalkulasi yang cermat bahwa akan ada manfaat investasi yang nyata di IKN,” tuturnya.

Selebihnya, Habib Syakur menyebut para pengusaha nasional, seperti Aguan, Sukanto Tanoto, Tomy Winata, Taher dan yang lainnya itu bisa dengan mudah mendapat mitra kerja, termasuk investor asing, karena kinerja Menteri Bahlil benar-benar fokus untuk kemakmuran rakyat.

Habib Syakur mengingatkan, Proyek IKN benar-benar untuk kemajuan bangsa dan negara Indonesia, serta untuk kesejahteraan seluruh rakyat Indonesia. IKN bukanlah proyek pribadi ataupun kelompok tertentu, melainkan milik seluruh anak bangsa Indonesia.

r

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

eighteen − two =