BPS: Ramadan 2024 Indonesia Impor Kurma Terbesar dari Tunisa, Tidak Ada dari Israel,

Ilustrasi pedagang kurma.(Foto: Istimewa)
120x600
a

JAKARTA Otonominews.id – Bagi warga muslim di Indonesia pada Ramadan ini tidak perlu khawatir akan mengkonsumsi kurma asal Israel. Pasalnya, Badan Pusat Statistik (BPS) menegaskan bahwa Indonesia tidak melakukan impor kurma dari Israel.

Plt Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti mengatakan, tidak ada kurma yang datang dari Israel, jadi impor kurma terbesar Indonesia berasal dari Tunisia.

“Tidak ada impor kurma yang berasal dari Israel, karena dari data BPS menunjukkan impor kurma terbesar kita dari Tunisia, Mesir, Iran dan Arab Saudi,” kata Amalia di Jakarta, dikutip dari Antara, Jumat.

Amalia menjelaskan, bahwa terjadi kenaikan impor pada komoditas kurma baik secara nilai maupun volume, sejak menjelang Ramadan kemarin.

Secara nilai, Ia menyebutkan, pada Februari 2024, nilai impor kurma tercatat 17,81 juta dolar AS atau naik 25,77 persen dibanding bulan sebelumnya, yang sebesar 13,66 juta dolar AS. Sedangkan secara volume, impor kurma tercatat 11,24 ribu ton atau naik 51,28 persen dibanding Januari 2024 yang tercatat 7,43 ribu ton.

Menurut Amalia, impor Februari 2024 masih lebih rendah dibanding dengan bulan yang sama tahun sebelumnya yang mencapai 12,79 ribu ton.

Sepanjang Januari-Februari 2024, kata Amalia, impor kurma dari Tunisia yang dilakukan mencapai 29,66 persen. Disusul kemudian oleh Mesir 28,35 persen, Iran 9,3 persen, Arab Saudi 8,61 persen dan lainnya 24,07 persen.

“Memang dibanding tahun sebelumnya, impor kurma ini masih relatif lebih rendah,” ucapnya.

r
Lihat Juga :  Masih Rentan dari Target Pemerintah, Inflasi Tahunan DKI Jakarta Capai 2,12 Persen

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *