Kepala Bapanas: Bansos Bukan Penyebab Naiknya Harga Beras

Kepala Bapanas Arief Prasetyo.(Foto: Setneg)
120x600
a

DEPOK Otonominews.id – Badan Pangan Nasional (Bapanas) membantah, bahwa program bantuan sosial atau bansos yang dituding jadi penyebab langka dan melonjaknya harga beras.

Bansos bukan penyebabnya, namun menurut Kepala Bapanas Arief Prasetyo, terjadinya kenaikan harga beras dan berkurangnya stok di pasar tradisional maupun ritel modern, disebabkan oleh merosotnya hasin panen di Tanah Air

“Jangan dibilang menghabiskan beras nasional, enggak. Itu (ada) posnya sendiri-sendiri. Kelangkaan dan tingginya harga beras di pasar disebabkan oleh hasil panen dalam negeri yang berada di bawah 1 juta ton,” ungkap Arief di Depok, Jawa Barat, Rabu (28/2/24) kemarin.

Arief menjelaskan, beras bantuan pemerintah ataupun beras program stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP), diambil dari gudang Perum Bulog, sebagai pihak yang mendapat amanat untuk menyalurkan bansos

“Itu langsung dari Gudang Bulog, tidak menyerap dari yang ada di panen lokal,” kata Arief.

Kebutuhan beras di Indonesia, lanjut dia, bisa mencapai 2,5 juta ton hingga 2,6 juta ton.
Menurut Arief, rendahnya jumlah produksi dalam negeri tersebut yang menyebabkan harga beras menjadi tinggi dan sulit didapat. Karena dari panen lokal kemarin angkanya di bawah 1 juta ton, kebutuhan sebulan 2,5 juta ton – 2,6 juta ton. Jadi ini mesti clear,” jelasnya.

Untuk menghadapi bulan Ramadhan dan Idul Fitri 1445 H, menurut Arief, sementara ini pemerintah akan mempercepat penambahan stok beras Bulog.

Stok beras di Gudang Bulog setidaknya harus terisi sebanyak 1,2 juta ton. Sementara, data terakhir berada di angka 800 ribu ton beras. Pemerintah pun melakukan tambahan impor beras sebesar 1,6 juta ton bertujuan untuk mencegah terjadinya risiko kekurangan beras.

Arief menyebutkan, bahwa instruksi untuk mempersiapkan stok pangan demi menjaga kestabilan harga atau mencegah kelangkaan pangan ini, sudah diberikan Presiden Jokowi dalam Sidang Kabinet Paripurna yang berlangsung pada Senin (26/2/24). Saat itu, Presiden Joko Widodo meminta kementerian dan lembaga untuk fokus mempersiapkan stok pangan atau kebutuhan bahan pokok guna mencegah kelangkaan atau ketidakstabilan harga.

r
Lihat Juga :  Anggota DPR RI Ini Desak Pemerintah Moratorium PSN Rempang Eco City

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *