Terkait Polemik Rusun Kampung Bayam, Pj Gubernur DKI Persilahkan Komnas HAM Menjembatani

Pj Gubernur Jakarta
Pj Gubernur Jakarta, Heru Budi Hartono.
120x600
a

JAKARTA, Otonominews.id – Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta, Heru Budi Hartono mempersilahkan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) menjembatani polemik yang terjadi di Kampung Bayam, Jakarta Utara.

Diharapkan, Komnas HAM dapat meredakan polemik dengan mediasi antara Pemerintah DKI dan PT Jakarta Propertindo (Jakpro).

“Ya silahkan, itu kan tanah di JakPro,” ucap Pj Heru di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rabu (21/2).

Akan tetapi, Pj Heru belum mengetahui secara pasti mengenai rencana tersebut. Heru mempersilakan Komnas HAM menjembatani warga dan pengelola Kampung Susun Bayam. “Belum tahu (soal mediasi),” kata dia.

Sebelumnya diketahui, polemik Kampung Susun Bayam belum berakhir. Komnas HAM ikut turun tangan mencari solusi.

Komnas HAM akan menjadi mediator antara warga eks Kampung Bayam dengan Pemprov DKI dan PT Jakarta Propertindo (JakPro). Mediasi dijadwalkan awal Maret nanti.

“Betul, sudah masuk ke mediasi. Rencana awal Maret akan kita undang Pemprov DKI dan JakPro untuk menyelesaikan masalah ini,” kata Komisioner Mediasi Komnas HAM, Prabianto Mukti Wibowo, saat dihubungi, Senin (19/2).

Dia mengatakan Komnas HAM menerima aduan dari sejumlah kelompok warga. Namun, Komnas HAM menangani aduan yang sedang ditangani oleh LBH Jakarta.

Warga meminta kejelasan nasib tinggal di Kampung Susun Bayam yang terbangun tak jauh dari bangunan Jakarta International Stadium (JIS).

“Ada beberapa kelompok yang mengadu ke Komnas HAM. Kami tangani yang diadukan oleh LBH Jakarta,” jelasnya.

Sekadar informasi, memang ada dua kelompok warga Kampung Bayam. Kelompok pertama ialah warga yang sempat mendirikan tenda di dekat JIS kemudian dipindah ke Rusun Nagrak. Sementara kelompok kedua berasal dari kelompok tani.[***]

r
Lihat Juga :  Mudik Asyik Bersama BUMN 2024 di Apresiasi, Pj Heru: Sangat Bermanfaat dan Bantu Masyarakat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *